Cara Budidaya Udang Hias Air Tawar

By Categories : Hewan

Selain dari budidaya ikan hias air tawar, cara budidaya udang hias air tawar juga memiliki potensial yang cukup menjanjikan jika dijadikan sebagai peluang usaha. Disamping memiliki keindahan yang menarik, ternyata udang hias ini dapat membersihkan kotoran yang ada di dalam akuarium dan juga mampu bertahan hidup walau didalam kondisi air yang kurang baik atau keruh.

Cara Budidaya Udang Hias Air Tawar

udang red crystal

Jika anda semua tertarik untuk mencoba membudidayakan udang hias ini, anda dapat menyimak informasi yang mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk anda semua.

  • Habitat yang ideal untuk udang hias

Udang air tawar merupakan jenis hewan air tawar yang termasuk kedalam spesies Invertebrata, udang hias ternyata dapat hidaup dengan baik di dalam air yang mengandung pH 6.8 sampai dengan 8.0. jika terjadi pada udang yang berasal dari asia dapat menyebabkan udang stress dan bahkan dapat berujung pada kematian.

  • Memilih Mate-tank yang cocok

Jika anda akan menyatukan udang hias dengan ikan hias lainnya, sebaiknya anda memilih teman untuk udang hias ini jenis ikan hias yang tidak agresif dan memilikiukuran yang sesuai. Hal ini dikarenakan, udang akan merasa takut dan bersembunyi jika temannya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar. Jenis ikan yang cocok untuk disatukan dalam satu akuarium diantaranya yaitu seperti tetra, tabr atau ikan tipe plati. Beberapa jenis ikan hias tersebut memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dan jenis ikan tersebut tidak memiliki sifat memangsa. Sebaiknya anda tidak menempatkan satu akuarium dengan ikan seperti cupang, catfish dan juga jenis ikan cichlid.

  • Menyesuaikan akuarium

Walaupun udang hias ini dapat hidup rukun dengan jenis ikan hias lain, tetapi sebaiknya udang hias ini dipelihara dalam satu spesies saja, jika anda akan memelihara udang hias ini dengan jumlah 10-20 ekor, maka sebaiknya anda menggunakan jenis akuarium yang dapat menampung air sebanyak 2,5 galon. Tetapi jika anda akan memeliharanya dalam jumlah yang lebih banyak, sebaiknya anda mengganti akuariun dengan kapasitas yang lebih besar. Selain itu, untuk membuat udang merasa nyaman sebaiknya anda menyeting akuarium sehingga mirip dengan habitat aslinya dan anda dapat memasukan substrat. Sebaiknya substrat yang akan anda gunakan diantaranya seperti pasir yang halus dengan dilengkapi kerikil dengan ukuran sedang dan anda juga dapat menambahkan batu karang yang dapat digunakan untuk tempat persembunyiannya. Selain itu, tidak ada salahnya juga jika akuarium yang digunakan cukup luas anda menambahkan tanaman air seperti lumut jawa yang dapat digunakan sebagai tanaman didalam dasar akuarium.

  • Jenis pakan

Jenis pakan yang diberikan tergantung dari spesies udang hias yang anda pelihara, jika memelihara spesies Neocaridina/Caridina atau juga spesies Halocaridina Rubra, maka jenis pakan yang dapat anda berikan yaitu jenis pakan hijau-hijauan seperti slada beku, alga, daun kubis dan spirulina tablet. Sedangkan jika jenis udang hias yang di pelihara jenis udang Pearl yang sering menghabiskan waktunya didasar akuarium, sebaiknya anda memberikan pakan yang berbahan dasar dari daging atau tablet. Untuk udang yang merupakan spesies Macrobachium, sebaiknya anda memberikan jenis pakan seperti cacing darah beku, udang renik beku dan juga cacing rambut. Jenis udang Atya yang merupakan jenis udang yang bertipe jenis udang pembersih sika memakan jenis makanan seperti artemia, pakan udang jenis ini pleksibel sehingga dapat diberikan jenis pakan dengan varian yang lainnya.

  • Melakukan proses Breeding

Jika anda suka membudidayakan udang hias dengan menggunakan sistem Breeding, sebaiknya anda melakukannya dengan cara masal sehingga anda dapat meminimalisir resiko kegagalan. Untuk membedakan udang jantan dan betina nya memang cukup sulit, sehingga dapat dilakukan perkawinan dengan cara mencampurkan sekitar 50 ekor udang dalam satu tempat. Diamkan selama satu minggu maka akan terjadi proses pemijahan, telur-telur udang akan mulai tampak dan akan do gendong oleh indukan betinanya sampai telur-telur tersebut menetas. Untuk meminimalisir tingkat kematian yang tinggi, sebaiknya anda menempatkan aerator, setelah minimal dua minggu setelah telur menetas dan memisahkan antara induk dan anak udang, maka indukan sudah dapat dikawinkan kembali dan kembali berkembang biak. Masa panen dari budidaya udang hias ini dapat dilakukan setelah udang hias air tawar ini berumur dua bulan.

Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan mengenai cara budidaya udang hias air tawar, semoga informasi diatas dapat dimengerti dan sedikit menambah pengetahuan anda.

Artikel Terkait Cara Budidaya Udang Hias Air Tawar

Sponsored Link
loading...
Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *