Ciri-ciri Anak Autis

By Categories : Kesehatan

Apa ciri-ciri anak autis? Sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jika kemungkinan anak anda memiliki kelebihan/kekurangan atau pun dapat disebut juga autis. Maka tidak ada salahnya jika anda mengetaui ciri-ciri anak autis, sehingga anda dapat memaksimalkan  pertumbuhannya.

Ciri-ciri Anak Autis

 

Tak perlu pajang lebar lagi, langsung saja yuukkk simak ciri-ciri anak autis berikut ini, cekidot :

7 Ciri-ciri anak autis

  1. Mengalami Gangguan Kemampuan Sosial

Pada anak autis  akan sulit untuk melakukan sosial atau memiliki gangguan kemampuan social untuk berinteraksi berbeda dengan anak pada umumnya. Ciri-ciri Gejala autis untuk tingkat ringan akan tampak canggung saat berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain, mengeluarkan komentar yang dapat menyinggungh orang lain serta dapat merasa terasing ketika berkumpul bersama orang lain. Sedangkan tingkat atau gejala autis yang parah biasanya tidak suka berinteraksi dengan orang lain, selain itu juga mereka suka  atau cenderung menghindari kontak mata. Pada anak anak autis gangguan kemampuan social ini dapat terlihat dari mereka yang tidak ada ketertarikannya pada suatu permainan bersaa serta sulit untuk berbagi.

  1. Kesulitan Untuk Berempati

Ciri anak autis selanjutnya yaitu sangat sulit bagi mereka untuk memahami perasan orang lain, sehingga pada anak autis jarang berempati terhadapat orang lain. Selain itu juga, pada anak autis mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intinasi bicara. Ketika berbicara dengan orang lain, komunikasi yang dilakukannya pun cenderung bersifat satu arah, hal ini karena mereka hanya membicarakan dirinya sendiri. Namun ciri autis kesulitan berempati ini dapat dilaith dan meningkatkan jika si anak auiis tersebut rutin untuk diiingatkan belajar mempertimbangkan perasan orang lain.

Sponsored links

  1. Tidak suka Kontak Fisik

Kondisi ini mungkin hanya terjadi pada sebagian anak autis yang tidak suka melakukan kontak fisik seperti disentuk atau dipeluk. Karena tidak semua anak autis menunjukan gejala yang sama. Ada juga sebagian anak dengan autism sering dipeluk dan suka memaluk orang terdekatnya.

  1. Tidak Menyukai Suara Keras, Aroma tertentu dan Cahaya Terang

Pada penderita autis mereka akan terasa terganggu jika mendengar suara keras yang dapat mengagetkan, perubahan suatu kondisi cahaya dan perubahan pada suhu yang mendadak. Hal yang membuat mereka merasa terganggu yaitu perubahan mendadak, sehingga membuat mereka tidak dapat mempersiapkan diri mereka terlebih dahulu. Bagi anda orang tua dengan memberi tahu kepada mereka tentang sesuatu yang akan terjadi ternyata sangat bermanfaat.

  1. Gangguan Bicara

Pada anak autis sekitar 40% dari mereaka tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. 25 sampai 30 % anak autis dapat mengatakan atau mengucapkan beberapa kata pada usia 12 sampai 18 bulan, tetapi sesudahnya mereka kehilangan kemampuan untuk berbicara. Sedangkan beberapa persen lagi dapat berbicara setelah agak besar. Intonasi penderita autism ketika berbicara biasanya cenderung datar dan bersifat formal, selain itu juga mereka sering mengulang kata terntentu atau lebih dikenal sebagai echolalia.

  1. Suka Tindakan Berulang

Pada anak autis menyukai hal atau tindakan yang sudah pasti sehingga menikmati untuk melakukan rutinitas yang sama secara terus menerus atau seraca berulang.

  1. Perkembangan tidak Seimbang

Jika perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang, artinya perkembangan meliputi banyak faktor serta bertahap. Sedangkan perkembangan pada anak autis cenderung tidak seimbang, perkembangan disatu bidang terjadi dengan cepat akan tetapi terhambat dibidang lain. Missal : perkemabangan kemampuan kognitif berkembang sangat cepat tetapi kemampuan berbicara masih terhambat ataupun sebaliknya.

Terimaka kasih telah menyimak artikel mengenai ciri-ciri ana autis, semoga memberi sedikit pengetahuan bagi kita semua.

Artikel Terkait Ciri-ciri Anak Autis

Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *