Apa Itu Ayam Broiler?

By Categories : Hewan

Apa itu ayam broiler? Disebut juga ayam pedaging, ayam ini adalah jenis ayam yang kembangbiakan melalui hasil teknologi yang menyilang antara ayam Cornish dengan jenis ayam Plymout Rock. Tipe ayam ini memiliki karakteristik yang ekonomis dan memiliki masa pertumbuhan yang sangat cepat dibanding dengan jenis ayam lainnya seperti ayam kampung.

Menurut dari hasil penelitian, ayam broiler jantan mampu menghasilkan berat badan per minggu mencapai 400 gram, sedangkan betina mampu mencapai berat badan per minggu hingga 300 gram. Maka tak heran jika ayam broiler dijadikan sebagai penghasil daging yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam.

Ayam Broiler

Ciri Ayam Broiler Secara Umum

Ayam broiler merupakan jenis ayam yang memiliki sifat tenang dengan pertumbuhan yang cepat, memiliki bentuk tubuh yang cukup besar, bulunya yang merapat pada tubuh, memiliki kulit putih dan produksi telurnya yang sangat rendah. Ayam ini merupakan jenis ayam pedaging yang dikembangbiakan dengan khusus untuk dapat dilakukan pemasaran secara dini, biasanya ayam pedaging ini dipasarkan pada saat ayam mencapai bobot dengan rata-rata sekitar 1,4 kg namun ada juga yang meminta bobot lebih tergantung efisiensi perusahaan. Jenis ayam pedaging ini dapat mencapai masa panen hanya dalam waktu dibawah 6 minggu dengan berat bobot tertentu, selain itu juga ayam ini memiliki dada yang lebar dan juga memiliki ketebalan daging yang cukup banyak. Untuk mendapatkan produksi daging yang optimal, pemeliharaan dapat dilakukan secara intensif selama 6 sampai 8 minggu.

Ayam broiler berbeda dengan jenis ayam peliharaan yang terdapat dalam klasifikasinya, karena ayam broiler memiliki pertumbuhan yang sangat cepat hanya dalam waktu 6-8 minggu ayam ini sudah dapat dipanen dan dijual dagingnya, padahal jika dibandingkan dengan jenis ayam lain dengan umur tersebut tentunya masih sangat kecil dan belum dapat dimanfaatkan dagingnya. Bahkan jika dipelihara selama lebih dari 6 minggu bobotnya dapat mencapai lebih dari 2 kg per ekornya.

Pemeliharaan Ayam Broiler

Jika ingin mendapatkan bobot yang sesuai dengan yang diharapkan pada waktu yang telah ditetapkan, maka dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang baik dan bergizi. Hal ini dikarenakan, pemberian pakan yang berkualitas baik dapat merangsang pertumbuhan dengan sangat cepat dan maksimal. Konsumsi pakan ayam jantan dan betina tentu berbeda, maka bobot ayam jantan dan betina juga dapat berbeda karena ayam jantan konsumsi pakannya akan lebih banyak dibandingkan dengan ayam betina.

Beberapa hal yang sering diperhatikan dalam perawatan ayam broiler ini diantaranya yaitu kandang, pemilihan bibit (DOC), pakan, vitamin dan obat-obatan, recording dan juga pemasaran. Jika kebutuhan ayam itu sendiri tidak terpenuhi dengan baik, maka masalah dan kendala pun dapat terjadi seperti penyakit, pertumbuhan yang kurang optimal dan bahkan kematian masal. Sedangkan jika pemeliharaan ayam broiler dilakukan melebihi dari 8 minggu, maka akan berdampak mengalami kerugian dalam biaya produksi pemberian pakan karena tidak sesuai dengan peningkatan berat badan yang dihasilkan.

Didalam pemeliharaan ayam broiler dibagi menjadi 3 fase, diantaranya yaitu fase starter dengan umur 0 hingga 3 minggu, fase grower yang dimulai dari umur 3 hingga 6 minggu dan fase finisher dari umur 6 minggu hingga tiba masa panen atau pemasaran.

Di indonesia peternakan ayam broiler mulai populer di era tahun 1980-an pada saat ini kebutuhan akan konsumsi daging meningkat tetapi keberadaannya sangat sulit. Tetapi saat ini kebutuhan akan daging ayam dapat dikendalikan karena cukup banyaknya peternakan-peternakan baru yang berdiri di berbagai daerah di seluruh indonesia.

Mungkin sampai disini dulu ulasan yang dapat saya sampaikan mengenai ayam broiler, semoga informasi ini dapat bermanfaat dan semoga dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.

Artikel Terkait Apa Itu Ayam Broiler?

Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *